Lumbung pangan di sudut lahan SMP Negeri 2 Talisayan Kab. Berau Prov. Kalimantan Timur

Oleh : Nuratikoh, M.Pd

 

Istilah lumbung pangan ini sebenarnya lebih cocok untuk daerah pedesaan dalam menangani kerawanan pangan masyarakat

Lumbung pangan menjadi bagian cara mengatasai dan mempersiapkan cadangan pangan masyarakat

Di SMP Negeri 2 Talisayan sendiri pembuatan dan kreasi lumbung pangan awalnya bertujuan untuk mengisi kesibukan di sela kegiatan di sekolah, Belajar, mengajar , bekerja dan mengabdi sebagai pegawai dan guru

Tanaman yang di semai, di tanam dan di sediakan bukan tanaman bahan makanan pokok

Setelah mengamati ada lahan yang masih belum dimanfaatkan dan kosong maka sepakat tuk menggunakannya

Karena keadaan tanah yang tidak rata dan berbatu, atas bantuan beberapa sahabat , maka langkah awal yang diambil adalah menimbunnya dengan tanah

 


Membuat taman di pagi hari

Hujan gerimis hati berseri

Hebat teman di Campursari

Berpengalaman manis orangnya happy

 

Kemudian ada juga yang membantu dengan sabut kelapa untuk persiapan berkreasi

 


 


Saat itu warga sekolah hampir tidak pernah bertemu keseluruhan secara langsung, karena keinginan untuk bertemu , berbagi ide, bercengkerama sambil belajar, bekerja, maka datanglah ide untuk bertemu dengan cara yang berbeda, sambil berkreasi secara berkelompok untuk menghindari kerumunan

Bibit tanaman banyak yang dibawa dari rumah masing-masing, di tanam di lahan kosong diiringi rintik hujan, sambil bergurau , bercengkerama dan berbagi cara/ilmu tacara cara bercocok tanam

 



Beberapa waktukemudian , ketika panen terlihat sangat berbeda, sudut lahan di sekolah yang awalnya gersang dan kosong, nampak asri, menghijau dan menawan


 

Ada Sawi, bawang pre, bayam, Lombok, kemangi, sereh, keningkir,Lombok, kangkung, jeruk purut, dll.








Terimaksih atas motivasi, ide,   saran dan bantuan dari semua pihak

Salam literasi

Selamat membaca, semoga terinspirasi

Komentar